Technopreneurship
Nama : Gede Mas Suputra Adiguna
Nim : 1905551125
Jurusan/Fakultas/universitas : Teknologi Informasi/Fakultas Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Technopreneurship
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama S.T, M.T
Jumpa lagi bersama saya sobatt.... nah kali ini kita akan membahas apa sih tu "Technopreneurship"?
mari angsung ke materiiiii!!!
Sejarah
Technopreneurship
Istilah teknopreneur baru muncul
di akhir tahun 1990-an dan mulai booming di tahun 2000-an semenjak teknologi
Internet sudah mulai merambah ke pelosok-pelosok negara. Ditambah lagi dengan
eksisnya perusahaan-perusahaan Information Technology (IT) raksasa seperti
Microsoft, Yahoo, Google, Apple dan sebagainya yang income perusahaannya
mencapai milyaran dolar per bulan. Hingga muncul seorang teknopreneur sejati
bernama Bill Gates sebagai orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah
Forbes.
Sudah menjadi kewajiban bagi
setiap mahasiswa menuntut ilmu sebaik mungkin saat berada di bangku
perkuliahan. Setelah menyelesaikan perkuliahan mahasiswa kerap langsung mencari
pekerjaan impian yang mana sudah menjadi tradisi. Namun tak jarang
mahasiswa yang berusaha membuka lapangan pekerjaan dengan ilmu yang didapat
saat perkuliahan. Paradigma seperti inilah yang akhirnya menciptakan gagasan
technopreneurship di dunia wirausaha.
Technopreneurship merupakan
sebuah inkubator bisnis berbasis teknologi yang memiliki wawasan untuk
menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya
mahasiswa sebagai peserta didik dan merupakan salah satu strategi terobosan
baru untuk mensiasati masalah pengangguran intelektual yang semakin meningkat
Teknologi komunikasi dan
informasi atau teknologi telematika (information and communication
technology–ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana
utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal
sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan
(computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana
multimedia.
Technopreneurship adalah
sebuah inkubator bisnis berbasis teknologi, yang memiliki wawasan untuk
menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya
mahasiswa sebagai peserta didik dan merupakan salah satu strategi terobosan
baru untuk mensiasati masalah pengangguran intelektual yang semakin meningkat .Dengan
menjadi seorang usahawan terdidik, generasi muda, khususnya mahasiswa akan
berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan
lapangan-lapangan kerja baru. Semoga dengan munculnya generasi
technopreneurship dapat memberikan solusi atas permasalahan jumlah pengangguran
intelektual yang ada saat ini. Selain itu juga bisa menjadi arena untuk
meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK, sehingga kita bisa
mempersiapkan tenaga handal ditengah kompetisi global.
Perbedaan Technopreneur
dan Entrepreneur
Entrepreneur adalah
orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau
berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun
manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur
permodalan operasinya.
Sedangkan Technopreneur adalah
wirausaha yang menjalankan bisnisnya dengan basis teknologi. Dengan kata lain
Technopreneur adalah entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi
perkembangan teknologi yang ada sebagai basis pengembangan usaha yang
dijalankannya, atau bisa dibilang Technopreneur ini adalah entrepreneur modern
yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan usahanya.
Entrepreneur Vs
Technopreneur
Entrepreneur
Upaya mewujudkan manusia
yang sukses sekaligus bernilai tersebut melalui pendidikan karakter adalah
sejalan dengan upaya mengaplikasikan nilai-nilai hakiki dan kearifan dalam
ekspresi perilaku kita.
Tugas kita bukanlah untuk
berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita
menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. (Mario Teguh)
Entrepreneurship merupakan
istilah bahasa perancis yang memiliki arti "between taker" atau
"go-between". Seseorang yang memiliki semangat tinggi, mental yang
kuat dan motifasi yang tinggi akan sebuah prestasi yang terbaik bagi dirinya
atau sebuah organisasi yang bermanfaat untuk semua.
Anda pun dapat menjadi
seorang Entrepreneur yang berjiwa tinggi dan bijaksana. Dalam sebuah bisnis,
Entrepreneurship pasti memiliki Strategy Business Unit (SBU) dalam meningkatkan
Competitive advantage-nya.
Istilah wirausaha berasal
dari entrepreneur (bahasa Perancis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
dengan arti between taker atau go-between. Wirausaha menurut Schumpeter
, adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan
memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi
baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya
melalui organisasi bisnis yang baru ataupun bisa pula dilakukan dalam
organisasi bisnis yang sudah ada.
Istilah wirausaha sebagai
padan kata entrepreneur dapat dipahami dengan menguraikan peristilahan tersebut
sebagai berikut :
Wira =
utama, gagah, luhur, berani, teladan dan pejuang
Usaha =
penciptaan kegiatan, dan atau berbagai aktivitas bisnis
Dalam definisi tersebut
ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang
kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Pengertian wirausaha ini menekankan pada setiap orang yang memulai suatu bisnis
yang baru. Sedangkan proses kewirausahaan meliputi semua kegiatan
fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan
suatu organisasi.
Kewirausahaan adalah
proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa serta kemakmuran.
Tambahan nilai dan kemakmuran ini diciptakan oleh individu wirausaha yang
memiliki keberanian menanggung risiko, menghabiskan waktu serta menyediakan
berbagai produk barang dan jasa.
Technopreneur
Technopreneur adalah
merupakan pengelolaan usaha dengan menggunakan basis teknologi. Minat di bidang
entrepreneurship atau kewirausahaan, kamu harus mulai melirik usaha yang
berbasis teknologi alias technopreneurship.
Technopreneurship merupakan
gabungan dari kata technology dan entrepreneurship. Secara ringkas,
technopreneurship merupakan cara memanfaatkan teknologi yang berkembang untuk
dijadikan peluang usaha. Pelaku technopreneurship biasanya disebut
dengan technopreneur.
Seseorang technopreneur
adalah seseorang dengan jiwa dan semangat entrepreneur yang mampu menghadirkan
produk-produk hasil pengkajian dan perekayasaan teknologi serta inovasi sebagai
basis pengembangan usahanya. Oleh karena itu, seorang technopreneur harus
memiliki kemampuan manajemen dalam entrepreneurship.
Technopreneur selalu
berusaha keras untuk memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
terkini (utilizing lates technology) untuk berinovasi guna meningkatkan
daya saing. Kondisi itu, kita cermati misalnya pada beberapa technopreneur yang
mengembangkan sektor jasa dengan memanfaatkan secara cerdas beragam kemajuan
teknologi informasi dan telekomunikasi. Untuk mengembangkan technopreneur
berwawasan masa depan, perlu pemahaman tentang beberapa trend dunia usaha masa
depan, yaitu;
1. Kegiatan bisnis
berbasiskan inovasi teknologi. Tujuannya menjadikan
para technopreneur dapat mengatasi tantangan masa depan, khususnya tuntutan
daya saing ekonomi yang makin ditentukan dari kesanggupan pemanfaatan sumber
daya alam yang mengedapankan penguasaan ilmu pengetehuan dan teknologi.
2. Cmplementary attitude,
yaitu mengedepankan pola sikap saling melengkapi dalam menyikapi persaingan di
ranah bisnis dan dunia usaha akan menjadikan para technopreneur dapat
memanfaatkan secara cerdas perluasan sinergi berusaha yang makin konstruktif
guna memenuhi tuntuan kebutuhan pasar yang makin luas, makin kompleks dan makin
dinamis.
3. Mengedepankan inovasi
teknologi. Bagi para technopreneur yang umumnya memiliki
mentalitas riset, tuntutan konsumen atas produk yang ramah lingkungan dan tidak
mengganggu kesehatan, serta tuntutan lainnya, justeru menjadi pencetus untuk
terus berinovasi.
4. Pemerintah sebagai
fasilitator dan katalisator. Kecenderungan masa depan, yaitu
sikap pemerintah yang umumnya cenderung berperan sebagai fasilitator di
berbagai kegiatan ekonomi, juga merupakan insentif para technopreneur.
Contoh-contoh
Technopreneurship Sukses di di Indonesia :
1. Andrew Darwis – Kaskus
Pria kelahiran tahun 1979
ini merupakan pendiri dari forum online terbesar di Indonesia yakni Kaskus.
Kaskus dikelola oleh PT Darta Media Indonesia. Andrew sekarang menjabat sebagai
Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media Indonesia sekaligus pemilik
Kaskus Network. Andrew awalnya berkuliah di Universitas Bina Nusantara dengan
jurusan Sistem Informasi.
Andrew melanjutkan
pendidikannya di Art Institute of Seattle, Amerika dan mengambil jurusan
Multimedia & Web Design karena ia merasa kesulitan menemukan universitas
yang cocok di Indonesia. Kemudian ia melanjutkan masternya di jurusan Master of
Computer Science, masih di universitas yang sama yaitu Seattle University.
Andrew mendirikan Kaskus pada 6 November 1999. Saat sedang menimba ilmu di
universitasnya itu, ia ditugaskan oleh dosen untuk membuat program dari free
software, dari situlah mulai muncul ide membuat website dengan nama Kaskus.
2. Nadiem Markarim –
GO-JEK
GO-JEK adalah sebuah
perusahaan teknologi yang memberikan jasa angkutan. Perusahaan ini berasal dari
Indonesia dan didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim.
Aplikasi GO-JEK telah diunduh sebanyak lebih dari 750 ribu kali di Google Play
yang tersedia pada sistem Android.
Layanan yang disediakan
oleh GO-JEK pun beragam, mulai dari GO-RIDE, GO-CAR, GO-FOOD, GO-MART, GO-SEND,
GO-BOX, GO-TIX, dan GO-MED. Jasa GO-JEK dapat dinikmati di berbagai wilayah di
Indonesia. Layanan GO-JEK tersebar di 25 kota besar di Indonesia, antara lain:
Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
3. Achmad Zaky -
Bukalapak
Pria kelahiran Sragen,
Jawa Tengah, 24 Agustus 1984 ini merupakan CEO sekaligus pendiri dari website
marketplace bernama Bukalapak. Ia merupakan lulusan teknik informatika dari
Institut Teknologi Bandung. Selepas lulus dari ITB, Achmad Zaky membangun
Suitmedia, perusahaan jasa konsultasi teknologi. Zaky juga membuat sebuah
website yang merupakan proyek internal dari sebuah perusahaan. Proyek itulah yang
menjadi asal muasal bukalapak.com.
Bukalapak sendiri berdiri
sejak tahun 2010. Bukalapak awalnya didanai dari dana pribadi para pendirinya
karena hampir semua investor yang ditemuinya menolak penawaran yang diajukan
oleh Zaky. Namun seiring berjalannya waktu, Bukalapak mulai dilirik beberapa
investor hingga sekarang ada lebih dari 500 startups yang mau menjadi investor
di Bukalapak. Penghasilan bersih Bukalapak pun sekarang mencapai Rp 20 miliar
untuk setiap bulannya.
4. Ferry Unardi –
Traveloka
Traveloka merupakan
perusahaan yang menyediakan layanan untuk pemesanan tiket pesawat dan hotel
secara online. Ferry Unardi, merupakan salah satu pendiri traveloka yang juga
menjabat sebagai CEO. Ferry mendirikan Traveloka bersama dua rekannya yaitu:
Derianto Kusuma, dan Albert pada tahun 2012. Ide untuk membangun Traveloka
muncul disaat Ferry merasa kerepotan ketika harus membeli tiket pesawat untuk
pulang ke Padang dari Amerika Serikat.
Pada mulanya, traveloka
hanyalah alat untuk membandingkan harga tiket pesawat sehingga memudahkan orang
untuk mendapatkan tiket pesawat yang paling murah. Pada tahun 2013, Traveloka
menyediakan jasa pemesan tiket melalui webnya. Mulai tahun 2014, Traveloka
semakin berkembang dengan memberikan pelayanan pemesanan kamar hotel.
5. Jason Lamuda –
Berrybenka
Pada Agustus 2008, Jason
memulai karirnya di McKinsey & Company sebagai Business Analyst. Setelah
keluar dari McKinsey & Company, ia kemudian mendirikan Disdus bersama Ferry
Tenka. Setelah sukses membangun Disdus, Jason lalu mendirikan usaha baru lagi
dari nol bernama BerryBenka. Berrybenka.com merupakan website belanja online
fesyen dan kecantikan di Indonesia. Berrybenka menjual lebih dari 1000 merek
baik merek lokal maupun merek internasional, termasuk produk in-house.
Beberapa saat kemudian
setelah BerryBenka didirikan, BerryBenka mengalami kemajuan yang cukup pesat.
Kini, BerryBenka memiliki anak perusahaan bernama HijaBenka yang menjual busana
muslim. Selain itu, sekarang BerryBenka juga terdapat dalam bentuk mobile sehingga
memudahkan pemesanan melalui handphone atau gadget android lainnya.
6. William Tanuwijaya dan
Leontinus Alpha Edison – Tokopedia
William Tanuwijaya
merupakan pria kelahiran Pematang Siantar, 18 November 1981. Ia adalah seorang
pengusaha Indonesia. Ia merupakan lulusan Universitas Bina Nusantara (BINUS).
Ia bersama Leontinus Alpha Edison merupakan pendiri dari situs Tokopedia.
Sebelum mendirikan Tokopedia, William bekerja sebagai software developer di
beberapa perusahaan selama 10 tahun. Kemudian terbesit di pikirannya untuk
mempunyai perusahaan sendiri.
Pada tahun 2007, William
Tanuwijaya menjadi moderator dalam forum online Kafegaul yang mempunyai
fasilitas jual beli. Ia kemudian mengajak temannya yang bernama Leontinus Alpha
Edison untuk mendirikan Tokopedia. Untuk membangun Tokopedia dibutuhkan modal
yang besar. Oleh karena itu, mereka kesana kemari memperkenalkan ide bisnis
tersebut. Banyak yang meragukan kemampuan William dan prospek dari Tokopedia.
Tapi beberapa orang mempercayainya. 2 tahun kemudian, tepatnya tahun 2009,
Tokopedia pun resmi berdiri.
http://tugaskuliahumb.blogspot.com/2016/10/technopreneur.html
http://tekno-preneur-ship.blogspot.com/2013/04/technopreneurship-tujuan-dan-manfaat.html
http://novasuparmanto.com/apa-itu-teknopreneur-definisi-technopreneur/
http://nataamelia.blogspot.com/2017/08/6-technopreneur-sukses-di-indonesia.html


Komentar
Posting Komentar